Thursday, June 2, 2016

Ketika Keindahan Hampir Menciptakan Tragedi di Pulau Bidadari

Pulau Bidadari, Taman Nasional Komodo. Pic pinjem dari intaninchan

After say hi to a bunch of giant lizards in Rinca and sunbathing in a very small island Kanawa, it’s time for us to visit the last destination of that one day trip to Komodo National Park. Yeap, next chapter is Angel Island aka Pulau Bidadari. It has the same name with an island inThousand Islands Jakarta, but it is located in Komodo National Park.


Pulau Bidadari, Flores. Pic by zahraizz17.blogspot
Pulau Bidadari, dari namanya aja udah pasti bayangan kita adalah suatu pulau yang cantik laksana bidadari, iya kan?? :D . Sama seperti halnya Kanawa, pulau Bidadari ini juga dikelola oleh WNA. Ya inilah salah satu hal yang bikin gue miris, huks. Di negara kita ini kan banyak banget tempat wisata yang indah dan punya nilai jual, tapi sayangnya banyak dikelola oleh WNA karena mereka mampu menangkap peluang lebih baik. Seolah-olah kita tamu di negeri sendiri..
Back to topic!! Sama seperti pulau-pulau lainnya di wilayah Taman Nasional Komodo, pulau ini dikelilingi pasir putih yang lembut. Dan di tengahnya terdapat bungalow-bungalow tempat menginap para traveler.

Begitu sampai di pulau ini, gue dan Augus langsung memasang snorkel gear untuk kembali menikmati keindahan coral dan ikan-ikan di dalam lautnya. Sedangkan Pak Zen bersantai bersama kapten kapal dan ABK di atas kapal. Gue dan Augus pun nyebur menikmati keindahan coral dan ikan warna-warni. Tiba-tiba Pak Zen teriak “Bar, ada hiu kecil!!! Gue sama Augus mendekati spot yang ditunjuk Pak Zen, dan disitu seekor hiu berukuran kecil sedang asik berenang kesana kemari. Ntah emang jenis hiu kecil atau itu baby shark, i dont know..

Keasikan snorkeling karena keindahan view bawah lautnya membawa gue dan Augus berenang lebih ke tengah ke spot yang lebih dalam. Hingga akhirnya ada kejadian yang bikin gue sport jantung. Si Augus tiba-tiba panik dan minta tolong ke gue sambil cengap-cengap mencoba keluar dari air. Gue pun panik, gue nyoba ngasih tangan gue buat nyelametin dia tapi ternyata gue gak bisa berenang sambil bawa dia. Akhirnya gue menepi sambil teriak minta tolong ke Pak Zen.. “Pak toloooong, Augus tenggelam”. Tapi Pak Zen Cuma cengar-cengir aja sambil ekspresi mukanya bingung gitu. Akhirnya Augus bisa bersandar di sebuah batu. Fiuh agak tenang gue.. Setelah itu dia berenang ke pinggir. Augus cerita ke gue kalo dia ketarik arus kencang. Gue sama dia balik ke kapal dan Pak Zen nyeletuk, “Kenapa tadi bar? Dapat ikan?”.. “Hahaha, bukan pak, Augus tadi hampir tenggelam”. Jarak yang cukup jauh membuat komunikasi gue dan Pak Zen jadi gak nyambung saat Augus tenggelam. Akhirnya gue ceritain lah kejadiannya.

Augus sebelum "tenggelam" :D 
Setelah itu, Augus masih belum kapok buat snorkeling, tapi dia akhirnya pake pelampung untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Gue pun karena takut kejadian kaya Augus, akhirnya pake pelampung juga hahaha.. Nyebur lagi kita Gus..
Dan lagi-lagi, karena keasyikan snorkeling, gue dan Augus gak sempat mengabadikan momen-momen ataupun keindahan pulau Bidadari dalam sebuah foto digital. Ya akhirnya keindahan pulau Bidadari yang gue liat gue wakilkan melalui foto-foto yang gue ambil dari internet.. :)

Underwater view Pulau Bidadari Kepulauan Komodo. Pic pinjem intaninchan

Ya begitulah, akhirnya hari yang semakin sore memaksa kami untuk segera berlabuh ke Labuan Bajo.. Ah, puas banget gue hari itu.. Dan gue berdoa semoga suatu saat bisa datang ke Labuan Bajo lagi. Ketika tiba saat itu, gue akan kembali menjelajahi Taman Nasional Komodo, banyak spot yang belum sempat gue singgahi karena keterbatasan waktu.


Hari itu kami akhiri dengan menyantap ikan bakar yang segar dan enak di sepanjang pesisir pantai Labuan Bajo. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?

10 comments:

  1. Itulah sebabnya saya cuma berani snorkeling pakai pelampung. Maklum, penakut. Dulu di Manta Point di dekat Pulau Komodo, saya juga snorkeling pakai pelampung. Padahal di dasar laut ada banyak ikan manta, dan teman-teman saya masuk air tanpa pelampung semua, untuk bisa menyaksikan ikan manta itu dengan lebih dekat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, cuma bisa mupeng doang dong liat temen2 "bermain" sama ikan pari manta? :D

      Tapi katanya emang perairan komodo arusnya kenceng, jadi kalau gak jago2 amat renang atau tanpa dive master, mending cari aman aja sih.. Toh view kalau pake pelampung jg tetep kece kok hehe..

      Delete
  2. Pemandanganya manteb tenan iku mas :D saya belum pernah main slulup slulupan kayak gitu, pengen sih.. Mungkin kapan-kapan dicoba.
    Kalau yg terdeket sama rumah sih karimun jawa, itupun saya belum kesana. Wkwkw.. #curhat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kalau di Jateng paling deket kayanya Karimun Jawa yah, soalnya kalau di pantai selatan, ombak semua :D ..

      Cobain lah sesekali, seru liat dunia bawah laut..

      Delete
  3. itu di pantainya pohon2nya asik banget da untuk foto-foto hehehe

    Yuk singgah ke http://kidalnarsis.blogspot.co.id/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa,, sayang dulu belum punya kamera huhu.. pengen balik lagiii..

      Delete
  4. Hihihi kalo aku gak berani snorkeling tanpa baju pelampung. Maklum, gak bisa berenang hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. padahal asik lho kalau gak pake pelampung.. gih belajar renang dulu hehe..

      Delete
  5. perairan di pulau komodo emg arusnya lumayan narik tuh, hati2 kalau mau snorkling sendirian.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa,, kalau sendirian mending pake pelampung aja ya hehe

      Delete