Thursday, June 2, 2016

Pulau Rinca: Rumah Para Komodo

komodo di pulau rinca flores NTT

Kala itu di suatu pagi di bulan November 2012.


“Mas, nanti tugas sama Pak Zen ke Manggarai Barat 10 hari yah”



pintu gerbang pulau rinca NTT
left: Pak Zaeni, right: gue

Ucapan bos sangat gue nanti-nantikan setelah setahun berlabuh di Kupang, NTT, akhirnya terdengar juga di telinga (sumringah mode on). Memang apa yang menarik dari Manggarai Barat? Oke, jadi Manggarai Barat itu adalah nama sebuah kabupaten di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di pulau Flores. Manggarai Barat beribu kota Labuan Bajo, yang merupakan pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo. Memang sejak beberapa tahun terakhir, Kepulauan Komodo sedang naik daun, apalagi setelah dinobatkan menjadi salah satu dari “Seven Wonder of Nature”. Kepulauan Komodo tidak hanya menawarkan hewan purba satu-satunya di dunia, komodo. Lebih dari itu, disana juga terkenal akan keindahan bawah lautnya yang berkelas dunia, pulau-pulau kecil yang indah lengkap dengan berbagai resort, serta pemandangan alam eksotis lainnya.



Cerita perjalanan sebelumnya : Get Lost di Kepala Burung Pulau Alor


hewan mangsa komodo
korban Komodo
Udah terbayang gimana cantiknya dunia bawah laut disana, pasir yang lembut, pulau-pulau cantik, the mighty komodo dragon, sampai bule-bule cantik dan seksi *eh.. Ahahaha..

Hari penugasan telah tiba, gue berangkat berdua dengan Pak Zen dari Kupang ke Labuan Bajo. Perjalanan menggunakan pesawat baling-baling, entah Wings Air atau Trans Nusa, lupa euy.. Sesampainya di Labuan Bajo, kami menginap di salah satu hotel seharga Rp300.000/malam (2012). Fasilitasnya standar saja. Spring bed, AC, kamar mandi, air minum, dan sarapan.




perairan komodo
Augus di perjalanan

Setelah beberapa hari bekerja, akhirnya weekend datang. Waktu itu di hari Sabtu, gue merencanakan berangkat ke sana dengan Pak Zen dan Augus. Kebetulan Augus dan Angga ternyata sedang mendapat penugasan di Labuan Bajo juga. Mereka teman sekantor tapi beda bidang. Angga sebelumnya udah pernah ke Kepulauan Komodo, jadi dia memutuskan untuk tetap tinggal di hotel.




Setelah mendapat kesepakatan dengan salah satu pemilik kapal di pelabuhan. Akhirnya jam 6 pagi kapal berangkat dari pelabuhan di Labuan Bajo. Gue, Pak Zen, Augus, kapten kapal, dan 1 ABK. Rute yang akan disinggahi adalah Pulau Rinca, Pulau Kanawa, dan Pulau Bidadari, seharian full guys. One Day Trip.. Kapal yang kami tumpangi adalah kapal kayu kecil yang hanya sanggup membawa maksimal sekitar 15 orang. Oya, waktu itu biaya untuk sewa satu kapal seharian sebesar Rp1.000.000,00.

pintu kedatangan pulau rinca
pintu kedatangan Rinca aka Loh Buaya
Perjalanan 2 jam telah ditempuh dan sampailah di Pulau Rinca, deg-degan juga mau liat komodo di alam liar, kalo digigit kan parah tuh bakteri dan bisanya. Sebelumnya sih udah pernah liat komodo, tapi di kebun binatang.. Sampai di pulau Rinca disambut dengan pintu kedatangan bertuliskan Loh Buaya.. Buaya disini maksudnya Komodo, penduduk sekitar banyak yang menyamakan komodo dengan buaya.. 

Takjub selama 2 jam itu disuguhi pemandangan indah nan unik yang gak ada kemiripannya dengan tempat lain. Bahkan dengan daratan Flores pun berbeda.. Bukit Flores subur dipenuhi pepohonan hijau, sedangkan bukit-bukit di kepulauan komodo tandus tertutup rerumputan kecoklatan..


pilihan trekking di Rinca
Setelah membayar tiket masuk (duh lupa harganya berapa), dimulailah petualangan dipandu oleh seorang ranger. Sang ranger menawarkan pilihan mau trek hutan atau bukit, dan di masing-masing trek menyediakan 3 pilihan yaitu short trek, medium trek, dan long trek.. Akhirnya kami putuskan medium trek ke hutan. Sejak di area dapur dan tempat tinggal para ranger, kita udah dapat menemukan komodo, bahkan bergerombol. Namun kurang seru kalo gak ngeliat di hutannya.

Kami memutuskan memilih jalur hutan karena kata sang ranger, kita akan lebih mudah menjumpai komodo dibandingkan dengan jalur perbukitan. Sedangkan keunggulan jalur perbukitan sendiri adalah panorama alamnya yang cantik jelita.

Setelah berjalan menyusuri hutan, bertemulah dengan seekor komodo jantan besar. Sang ranger mengingatkan untuk tidak terlalu dekat dengan komodo, jarak aman minimal sekitar 2-3 meter. Pertemuan dengan komodo di hutan relatif lebih sedikit dibanding dengan di area dapur, tapi sensasinya lebih menegangkan, fiuuh. Selain komodo, kita bisa menjumpai hewan lainnya, katakanlah kerbau liar makanan sang komodo, gerombolan kera, spitting cobra, dan seekor burung khas daerah timur yang gue lupa namanya.

Sebetulnya bila kita memilih trek bukit, pemandangan yang disajikan lebih menarik mata, tapi katanya lebih susah menemukan komodo. Mungkin next time kalo ada kesempatan kesana lagi, jalur perbukitan yang akan gue pilih.


Setelah puas berkeliling, akhirnya kami sampai di pintu kedatangan, kami berterima kasih kepada sang ranger. Kami meninggalkan pulau Rinca dan tujuan berikutnya adalah pulau kanawa dan pulau bidadari. Kedua pulau itu gue bahas nanti di artikel terpisah.

daftar serangan komodo
Alhamdulillah, walaupun diselingi dengan liburan, tapi pekerjaan selalu dapat kami selesaikan. Anggap aja tamasya ini sebagai sedikit refreshing biar lebih semangat dalam menyelesaikan tugas-tugas dari kantor, hehehe..

Sampai saat ini, perjalanan menuju Kepulauan Komodo ini adalah perjalanan paling mengesankan. Excited banget ketika pertama kali mau berjumpa dengan komodo dragon di habitat aslinya, yang gak akan kita temui di tempat lain di belahan dunia manapun. Bukan pulau padar atau gili laba lah tujuan utama gue saat itu (yang viewnya emang keren banget), tapi KOMODO lah tujuan utama gue.

---------------------------

Cerita perjalanan lainnya di Kepulauan Komodo:
Pulau Kanawa: Kepingan Surga di Kepulauan Komodo
Ketika Keindahan Hampir Menciptakan Tragedi di Pulau Bidadari
Rindu Hangatnya Labuan Bajo

6 comments:

  1. Mantap tuh pak kalau kerjanya boleh sambil plesir. Haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu dulu, kalau ketemu hari minggu pas tugas luar kota haha..

      Delete
  2. Ajib bang bisa berfoto bareng kadal raksasa yang kini mulai langka. Ga takut dikejar bang... hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngeri awalnya,, tapi asal ngikut instruksi ranger, aman kok..

      Delete