Wednesday, June 1, 2016

Pantai Nemberala dan Pantai Boa, Incaran Peselancar Dunia


Rote Ndao, sebuah pulau di Nusa Tenggara Timur. Pulau paling selatan di Indonesia ini karakteristiknya hampir sama dengan Pulau Timor, banyak tanah berbatu karang. Ngomong-ngomong tentang Rote, ada satu pantai yang terkenal akan ombaknya yang tinggi dan memikat para peselancar dunia, mereka bilang pantai Nemberala.





Waktu itu, gue berkesempatan pergi ke Rote sama Mas Udin. Kantor memberi kami 8 hari untuk melakukan monitoring program pemerintah. Berangkat hari Rabu, berarti bakal ketemu hari Minggu yang bisa dimanfaatkan untuk jalan-jalan.. Yess!!!

Hari Minggu tiba, dan kesempatan itu datang. Gue bareng Mas Udin dan 2 orang mitra kerja berangkat kesana pake mobil. Perjalanan sekitar 1,5 jam dari ibukota kabupaten Rote, Ba’a, sampailah di sebuah desa bernama Nemberala. Di desa ini banyak cottage kepunyaan bule. Katanya sih banyak bule yang kawin sama orang lokal disono. Hati suudzon gue langsung berprasangka “ah, kawin paling biar gampang ngurus perijinan usaha dan tetek bengeknya disana”, hehehe.. Tapi sayangnya, sepanjang perjalanan di desa gue gak nemuin anak blasteran bule-rote hahaha..

Mobil berhenti, “ini mas pantai Nemberala”, kata seorang mitra. “Hmmm, katanya buat selancar, tapi kok banyak kapal nelayan dan rumput laut ya?” gumam gue. Foto-foto bentar sambil menikmati biru laut yang menggoda buat nyebur, tapi gak bawa ganti..

Gak lama, mitra gue mengajak untuk mengunjungi satu pantai lagi, jaraknya gak begitu jauh dari Nemberala.. Gak berapa lama, sampailah di pantai Bo’a. “Nah disini tempat orang-orang bule selancar” kata mitra kerja gue. Ooooooh ternyata selama ini banyak yang salah kaprah, katanya Nemberala buat surfing, ternyata pantai tetangganya, pantai Bo’a yang dipake buat surfing.

“Sekarang bukan musim surfing mas, ombaknya kecil, beberapa bulan lalu sih abis ada event surfing internasional”, kata mitra kerja gue lagi. Memang sih katanya disini sering diadakan event surfing internasional, dan para peselancar yang datang kemari mayoritas orang luar negeri.
Gue sama mas Udin jalan-jalan di pantai, ambil foto, dan liat-liat ikan kecil di air yang surut. Wah, ada kumang juga, dulu jaman kecil sering beli ginian. Tapi kumang yang gue liat disini ukurannya masih kecil-kecil. Pasir di pantai ini lembut banget, dan nampak ada partikel-partikel warna pink mirip di pink beach komodo, tapi gak se-pink di pink beach sih.
Di seberang, tampak ada sebuah pulau kecil, namanya Pulau Ndana. Sebenernya Pulau Ndana inilah  pulau paling selatan di Indonesia, tapi pulau itu gak berpenghuni. Sehingga yang kita kenal, pulau paling selatan ya Pulau Rote.
Lagi duduk-duduk santai sambil liatin laut, tiba-tiba ada 3 orang bule nyamperin gue..
Bule : “excuse me, where are you from?
Gue : “i’m from Kupang
Bule : “what are you doing in here?
Gue : “Just enjoy scenery, why?”
Bule : “Nothing, hmmm,, i lose my sandal, i put it in here, you see it?
Gue : “oh i’m sorry, i dont know, maybe there is local who took yours because there was no people around
Bule : “Oke, thank you
Wah tu bule ngira gue nyolong sandalnya kali ya? ahaha… Tapi ya patut disayangkan sih, kalo ada yang nyolong, sayang banget deh, merusak citra orang kita aja. Beberapa saat kemudian, gue balik ke hotel. Sayang banget kesini dalam rangka penugasan.. Coba kalo sama temen-temen traveling gue, bisa puas maen air gue..


No comments:

Post a Comment