Thursday, June 2, 2016

7 Hal Unik di Kota Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Jambi


Pertengahan April lalu gue berkesempatan berkunjung ke Muara Bulian. Muara Bulian ini ibukota Kabupaten Batang Hari yang merupakan bagian dari Provinsi Jambi. Selama 4 hari disana, gue menemukan beberapa hal unik guys. Apa aja sih? Cekidot..


1.  Sungai Batang Hari
Asli!! Seumur-umur, baru kali ini gue ngeliat sungai yang lebaaaar banget.. Usut punya usut, sungai ini ternyata sungai terpanjang di pulau Sumatera dengan panjang sekitar 800km (wikipedia) dan lebarnya antara 200 – 650 m.

Sejak jaman Belanda, di sepanjang aliran sungai Batang Hari terkenal dengan keberadaan emasnya. Atas hal tersebut, Pulau Sumatera dijuluki Swarnadwipa dalam bahasa Sansekerta, yang artinya “Pulau Emas”.

Dateng ke sini sore2 sambil menikmati sunset adalah waktu yang paling tepat.
Foto pinjem dari takafulumumcabangjambi.wordpress.com

Oya, kala pasang, biasanya sungai batang hari dimanfaatkan perusahaan batu bara buat ngangkut batu bara pakai tongkang yang ditarik tug boat.

2.  Burung Layang-layang
Gak jauh dari tempat gue foto-foto di bantaran sungai batang hari, terdapat sebuah tugu dengan beberapa patung ikan. Di deket sini lah pemandangan yang terakhir gue liat pas SD di kampung, gue liat lagi. 

Yap, terdapat segerombolan burung beterbangan di atas jalan. Bedanya, burung yang gue liat di sekitar rumah gue di kampung adalah burung emprit, dan yang kali ini gue liat adalah burung layang-layang.

Gak lama kemudian, burung-burung itu hinggap di atas kabel listrik.

3.  Dendeng Batokok Kerinci

Mungkin kita sering nemuin dendeng di rumah makan padang, tapi yang satu ini beda. Dendeng batokok Kerinci adalah makanan khas daerah Kerinci, Jambi, yang populer di Sumatera selain dendeng balado. Dendeng ini disajikan dengan olahan sambal khusus yang khas.

“Asli, enakan dendeng ini dibanding steaknya hollycow”, kata Angga temen gue..
Buat gue sendiri, dendeng batokok ini termasuk salah satu favorit gue selain se’i di Kupang.

4.  Teh Talua / Teh Telur dan nasi gemuk
Teh talua biasa disajikan bersamaan dengan nasi gemuk (semacam nasi uduk khas daerah Jambi). Pagi hari, banyak kita jumpai para pedagang nasi gemuk + teh telur di sepanjang jalan di Muara Bulian.

Teh talua ini isinya teh yang dicampur kuning telur yang dikocok, ditambah gula dan susu kental manis.
Rasanya sendiri kalau menurut gue sih agak aneh, tapi wajib dicoba bila ada kesempatan berkunjung ke Muara Bulian. Kalo nasi gemuk sih rasanya sebelas dua belas lah sama nasi uduk.

5.  Kucing ras di rumah makan
Nah ini, di salah satu rumah makan yang makanan favoritnya ayam kremes, ntah apa nama rumah makannya, lupa.. Pas lagi asik makan, tiba-tiba dateng 2 ekor kucing persia dan seekor kucing campuran persia-kampung. 
Gue sebagai pecinta kucing, apalagi kucing ras, langsung deh main-main sama kucing-kucing ini. Mungkin ini punya pemilik warung kali ya, sengaja dibiarin gitu :p ..

6.  Tempoyak ikan patin

Satu lagi kuliner aneh yang asing bagi gue yang orang Sunda ini. Tempoyak ikan patin, makanan khas Sumatera yang merupakan fermentasi dari durian yang dituangkan ke atas ikan patin. Rasa penasaran membimbing gue buat nyobain kuliner ini, enak sih tapi terasa aneh di lidah gue, haha..

7.  Lambang Kab. Batang Hari di atap bangunan

Lambang ini sering banget gue jumpai di setiap bangunan di Muara Bulian. Gue pun bertanya sama orang asli sana, ternyata lambang itu menunjukkan bahwa kabupaten Batang Hari terletak di daerah yang menjadi pertemuan sungai Batang Hari dengan sungai Tembesi. Cabang yang kiri adalah sungai tembesi dan yang kanan sungai batanghari.


Jadi, kapan jalan-jalan ke Muara Bulian guys?

*Tulisan ini sebelumnya gue tulis di blog gue yang satunya --> Travelmotoblog.com

No comments:

Post a Comment