Wednesday, June 1, 2016

Senja Syahdu di Pantai Tablolong


Selepas menikmati sejuknya air terjun oenesu, gue dan teman-teman segera bergegas menuju tujuan utama kami hari itu, Pantai Tablolong. Di tengah perjalanan, Andri yang gue bonceng ditelpon Bastian. Ternyata motor Bas bannya bocor. Jiah dari tadi 3 motor lainnya enggak ada yang nyadar kalau Bastian ketinggalan. Akhirnya kami menepi dan menunggu Bastian dan Arsy kelarin nambal ban.


Beberapa saat kemudian Bastian dan Arsy muncul dan kami pun melanjutkan perjalanan. Dibanding perjalanan dari Kupang ke Oenesu, perjalanan ke Tablolong lebih seru. Enggak banyak rumah penduduk yang kami lewati. Di kanan kiri jalan banyak pohon dan ilalang khas pulau Timor yang,, aaah, lupa namanya. Kondisi aspal cenderung bagus dan asik buat motoran. Bunyi kicauan burung juga terdengar sepanjang perjalanan. Sesekali terlihat view laut dari jalan yang berada di perbukitan. Terkadang, gerombolan sapi atau kerbau menghadang perjalanan kami sehingga harus memelankan kendaraan. Memang NTT terkenal akan ternak sapinya.You can see a herd of cow almost everywhere (lebay)..
Sekitar setengah jam perjalanan dari Oenesu, sampailah kami di gerbang pantai Tablolong. Mulai dari sini, kembali deh dihadapkan jalan yang rusak seperti halnya perjalanan ke Oenesu. Dari sini kita menyusuri jalan kecil sepanjang pantai yang dipagari oleh rumput ilalang.. Kami terus menyusuri jalan untuk mencapai spot paling nyaman sambil disuguhi view pantai yang menggoda untuk nyebur.
Gak berapa lama, sampailah kami di tempat yang memiliki pasir yang luas dan tampak beberapa kendaraan sudah terparkir disana. Wah walaupun mayan jauh dari Kota Kupang, ternyata Tablolong rame juga. Di area ini kita harus hati-hati untuk mendekat ke arah pantai karena harus melewati pasir putih yang licin dan bikin selip ban motor. Apalagi motor gue matik. Setelah cukup dekat ke pantai pun, kita juga harus berhati-hati dalam memarkirkan kendaraan. Kita harus cari batu dulu sebagai dudukan standar motor ketika diparkir. Kalau enggak, siap-siap aja ambles dan motor kita jatuh.
Selesai memarkir kendaraan, berjalanlah kami ke pantai dan wooow, suka gue dengan viewnya. Pantai berpasir putih yang lembut dipadu birunya laut, angin sepoi-sepoi, beberapa onggokan batu karang, dan secuil pohon bakau di pinggirnya. Dari sini kita juga bisa melihat pulau paling selatan di Indonesia, pulau Rote.
Hal pertama yang gue lakukan setelah sampai di pantainya adalaaaaah,, basahin dan menata rambut, haha.. Soalnya rambut gue bakal berbentuk abstrak setelah perjalanan jauh pakai helm. Nah kan kefoto candid ternyata, lagi benerin rambut…
Setelah benerin tatanan rambut, gue duduk di pantai. Melepas lelah setelah perjalanan jauh sambil menikmati keindahan yang Tuhan ciptakan. Fiuuuh, gak nyesel jauh-jauh kesini.. Viewnya breathtaking, broooo…
Seiring rasa lelah menghilang, kami berjalan mencari spot bagus buat ambil foto. Dipilihlah spot batu karang yang memang jadi lokasi favorit orang-orang buat foto-foto di Tablolong. Gue pun naik ke batu karang itu tanpa sandal. Disini harus hati-hati, karena sedikit lengah aja, siap-siap kaki lu bakal kesakitan atau mungkin berdarah kegores sudut-sudut karang yang lancip. Si Putri gak mau kalah dia, ikutan naik tapi tetep pakai sandal buat ngurangin risiko terluka.. Gue kan laki, so gue lepas sandal..
Garis pantainya saat itu terlihat luas karena memang airnya lagi surut, beruntungnya gue. Kalau pasang mah viewnya gak sebagus ini karena banyak bagian pantai dan karang-karang yang terendam air. Pantai ini memiliki pasir yang halus dan enak banget berjalan di atasnya tanpa sandal. Makanya gue copot sandal gue dan gue tinggalin di motor.
Selanjutnya kami bermain pasir kaya anak kecil. Bikin istana, bikin buaya, dan lain-lain sambil menunggu sunset. Tablolong ini selain keindahan pantainya, juga terkenal sebagai salah satu spot terbaik berburu sunset di sekitar Kupang. Matahari mulai turun dan para fotografer (Arsy dan Andri) langsung menyiapkan kamera untuk mendapatkan foto terbaik.
Seiring pulangnya matahari ke peraduannya, suasana menjadi semakin syahdu. Bahaya nih buat para jomblo dan para galauer ahaha.. Langit mulai berubah warna dari biru menjadi jingga. Para pengunjung terlihat satu-persatu meninggalkan Tablolong.

Dan seperti yang lu liat di foto ini, view sunsetnya emang keren banget.. Gue pun mengiyakan kalau Pantai Tablolong ini merupakan salah satu spot terbaik untuk berburu sunset. Cocok nih buat para pecinta sunset..
Matahari telah tenggelam dengan sempurna, hari mulai malam, dan kami pun segera bergegas pulang menuju kos tercinta, Kos Damai. Dimana semua penghuninya pecinta kedamaian dan traveling..

Thanks to photographers, Arsy and Andri..

Bonus..

:D :D :D 

2 comments: