Wednesday, June 1, 2016

Sisi Lain Pulau Rote, Pulau Paling Selatan di Indonesia


Berbicara tentang pulau paling selatan di Indonesia ini, para traveler baik lokal maupun mancanegara pasti akan langsung terpikir pantai nemberala dan pantai boa yang menjadi spot favorit peselancar. Padahal Rote bukan hanya itu. Banyak hal yang bisa diceritakan dari pulau ini.  Kunjungan terakhir gue ke pulau ini awal tahun 2015, gue coba mengabadikan beberapa hal yang dijumpai selama perjalanan singkat disana. Actually, there are more to explore and to be told, but because my time was limited, so lemme just share a little about other side of Rote.



1.    1. Akses ke Rote dengan kapal feri cepat
Untuk menuju ke Pulau Rote, transportasi yang umum digunakan adalah kapal. Ada kapal cepat dan ada kapal feri lambat. Kapal cepat berangkat dari pelabuhan tenau dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.


Sedangkan feri lambat dari pelabuhan bolok dengan waktu tempuh 4 jam. Di bulan-bulan tertentu, selat antara Pulau Timor dan Pulau Rote dihantui oleh gelombang laut yang tinggi. Nah, di bulan-bulan ini, ada alternatif angkutan lain yakni pesawat terbang baling-baling. Gue beberapa kali ke Rote Cuma pakai kapal cepat dari Tenau.
Di kapal cepat ini juga ada beberapa pilihan ruangan, dari ekonomi sampai VVIP.. Nah gue kalo ke Rote dalam rangka penugasan kantor, pilihnya VVIP, tapi kalo jalan-jalan mah ekonomi juga cukup.. Jangan heran kalau kita jumpai bule selama di kapal ataupun di pulau Rote, kan emang tujuan selancar wisatawan mancanegara...


2. Beware! Banyak Doggie

Di pulau ini banyaaak banget anjing. Pernah suatu malam, gue liat segerombolan anjing di depan hotel tempat gue menginap. Belasan, 15 belas mah ada kali. Yang pasti, itu gerombolan anjing terbanyak yang pernah gue liat. Tapi untungnya, anjing disini mah cupu-cupu, gak pernah gue jumpai anjing galak. Beda sama di Kupang dimana gue kalo liat anjing harus pura-pura gak liat dan pura-pura tegar. Dog smell fear, never look at its eyes!. 



Di alun-alun kota Ba’a (ibukota Kabupaten Rote Ndao), ada banyak warung tenda jualan ikan bakar. Nah, gue kalo makan malem biasanya disini. And guess what? There are plenty of dogs waiting for us to give them food. Mulai dari yang kecil buntet sampai yang gede tinggi segede gaban,, :D ..

3. Babi yang Berkeliaran Bebas :D 

Melipir sedikit ke area yang lebih terpencil, lu bakal liat banyak babi berkeliaran dan berlairan di perkampungan warga. Kalau di Jawa mah udah abis tuh diburu orang dikira babi ngepet. Di sini mah babinya bisa bermain bergembira bersama teman-teman sesama babi lainnya haha.. Di pelosok Jawa dan Sumatera, sering kita temui banyak warga berburu babi hutan pake anjing. Nah, di Rote sini lu bakal liat keakraban antara babi dan dogi. Sama manusia akrab, sama anjing juga akrab. Semua damai pokoknya, :V ..

4. Kuda “Liar”


Bukan Cuma Sumba yang punya kuda, di Rote pun banyak kuda warga yang dibebasin buat cari makan sendiri. Ya tapi emang sih nggak sebanyak di Sumba sana. Kalau di Sumba mah udah kaya Serengeti, di sini satu dua ekor aja palingan..

5. Kain Tenun Motif Rote

Kalo lu ada kesempatan main ke Pulau Rote, sempatkanlah liat orang menenun kain. Dan jangan lupa beli buat kenang-kenangan. Gue beli 1 buat dijadiin syal, seharga 50 ribu rupiah aja. Oya, kain tenun NTT gak cuma bisa didapetin di Pulau Rote, di semua pulau di NTT lu bisa nemuin dengan mudah, tentunya dengan corak yang berbeda sesuai dengan khas daerahnya.

6. Sttttt, Hidden Beach


Selain pantai Bo’a dan pantai Nemberala yang terkenal di Rote itu, sebenernya lu masih bisa nemuin banyak pantai menarik di sana, dan tentunya banyak juga yang belum terjamah. Suatu penugasan dari kantor di tahun 2012 pernah membawa gue berkeliling ke tiap sudut pulau ini, tapi sayang gak sempat mendokumentasikan lewat foto, ya karena waktu itu juga sibuk urusan kerjaan. Nah di kunjungan yang terakhir kemaren, gue sempet capture beberapa spot menarik, walaupun belum merepresentasikan Rote secara keseluruhan.

Ada pantai tiang bendera yang bisa ditempuh perjalanan selama 15 menit dari pusat kota. Pantai ini bisa dilihat dari pusat kota. Yang unik dari pantai ini adalah adanya suatu menara kecil buatan Belanda. Nah menara itu dulu dipake Belanda sebagai tempat untuk mengibarkan bendera, makanya dinamakan pantai tiang bendera. Ada-ada aja ya, hehe..

Di pantai tiang bendera ini, pemerintah daerah setempat membuat Lopo. Lopo adalah bangunan khas Nusa Tenggara Timur sebagai tempat untuk beristirahat.


Gak jauh dari pantai ini, lu bisa nemuin pantai yang gak kalah indahnya. Sebenernya pengen banget gue turun dan main pasir di sana. Sayang waktu gue waktu itu terbatas karena harus pulang ke Jakarta via Kupang.



Masih banyak spot menarik di Rote yang belum sempat gue jelajahi. Semoga suatu saat bisa kembali kesana untuk bersenang-senang. Bersantai sejenak dari kerjaan yang menumpuk. Bye bye Rote..

No comments:

Post a Comment