Thursday, September 15, 2016

Gili Trawangan, Versi Lebih Cantik Dari Kuta-Legian


Dari tahun ke tahun, Gili Trawangan di Nusa Tenggara Barat semakin ramai saja, semakin terkenal. Tidak hanya cantik, namun pulau kecil ini menawarkan hiburan malam tanpa batas, layaknya Kuta-Legian di Bali. Serupa tapi tak sama. Serupa,, karena kedua tempat ini menjadi surga bagi para wisatawan pecinta keseruan dunia malam.. Dentuman musik party terdengar di setiap sudutnya, pesta pantai setiap malam. Serupa,, karena di balik gemerlap dunia malam dengan segala tetek bengeknya, siang hari pemandangan yang indah siap menyapa. Namun,, hingar bingar dunia malam di gili trawangan tentu tidak sekomplit di Kuta-Legian, karena memang masih baru dikembangkan, dan berada bukan di pulau utama. Dan saat siang, tentu keindahan Gili Trawangan lebih memanjakan mata dibanding Kuta, pantainya masih perawan cuy, jauh lebih kece dari pantai Kuta Bali.. Dengan kata lain, Gili Trawangan adalah pulau party seseru Kuta-Legian dengan pemandangan yang lebih cantik..



pagi di gili trawangan

Akomodasi 

Setibanya di Bandara International Lombok, gue didatangi beberapa taksi. Pun begitu, gue menetapkan pilihan ke Damri, biasa, untuk menghemat biaya :D . Tinggal jalan dikit dari pintu keluar, bus Damri udah terlihat.. Bus mengantar gue sampai ke Mataram. Kemudian dilanjut dari Mataram ke Pelabuhan Bangsal dengan taksi (mobil avanza).. Sepanjang perjalanan, gue disuguhkan aspal yang mulus. Dari sini saja sudah terlihat keseriusan NTB dalam menggarap sektor pariwisatanya..

Karena hari sudah sore, sopir taksi menyarankan agar gue sebaiknya menggunakan motor boat dari teluk sebelum pelabuhan bangsal.. Dia bilang sih takutnya udah ketinggalan kalau naik kapal di pelabuhan bangsal.. Sebenernya gue curiga nih cuma akal-akalan sopir taksi biar dapet persenan dari pemilik/pengemudi motor boat.. Tapi akhirnya tetep gue oke-in, gue berdua sama Ayu, ditambah 1 pasangan lagi biar bisa menekan ongkos.. Untuk berdua, gue membayar Rp300.000,00.

Memang sih cepet, waktu tempuh sekitar 5-10 menit saja. Tapi gilaaa,,, kapok gue naik beginian.. Kaya naik gerobak yang terombang ambing ombak bro, jeduk jeduk jeduk, pantat sakit cyin, mau gerak takut kelempar :D ,, sepanjang perjalanan gue gak berkutik, hanya berpegangan pada tiang kapal. Fiuh.. Beda halnya kalau pake fast boat di bangsal, jarak tempuh sekitar 10 menit tapi pasti deburan ombak gak berasa karena kapalnya besar, begitu juga dengan kapal lambat, yaaa walau jarak tempuhnya menjadi lebih lama, sekitar 45 menit..

Gili Trawangan

cidomo
Sampai di Gili Trawangan, terlihat suasana yang rameeee dan mayoritas ras kaukakus.. Beberapa wisatawan berjalan kaki, beberapa lainnya berkendara dengan sepeda. Tak lupa kereta kuda cidomo berlalu lalang, yang menjadi ciri khas pulau ini. Tak terlihat satu pun kendaraan bermotor di pulau ini, karena memang dilarang. Transportasi selama di sini hanya 3 itu tadi, jalan kaki, cidomo, dan sepeda. Kalau mau lebih enjoy, ada juga sepeda listrik yang disewakan.

Di sekitar pelabuhan, terlihat suasana yang ramai. Tempat makan bejibun, mau menu lokal ataupun western ada banyak di sini.. Kalau berasa panas, tenang es krim banyak bertebaran untuk memanjakan lidah. Toko aksesoris pantai pun mudah ditemui. Jangan lupa juga cafe dan bar yang bertebaran sepanjang jalan..


Banyak yang menawarkan penginapan, tapi sebelumnya gue udah booking kamar di Midnight Star II. Gue telpon penginapan yang gue pesan dan gak berapa lama kemudian gue dijemput di pelabuhan. Karena letaknya memang gak terlalu jauh dari pelabuhan, ya kami jalan kaki.

Selepas mandi, malam itu gue dan Ayu berjalan-jalan di sepanjang jalan utama Gili Trawangan.. Semakin malam semakin ramai, dan beberapa bar pun memulai partynya.. Di pulau kecil ini pun terdapat hiburan nobar di layar tancep.. Tapi di sini seru bro,, ada yang menyediakan fasilitas kursi, ada juga kasur. So lu bisa nonton film sambil tiduran di tepi pantai, aseeeek... Yang unik adalah namanya,, THE MISBAR.. Tau kan artinya? Gerimis bubar.. hahaha..

Gak sampai larut malam, gue balik ke penginapan, Masih capek bro, dan besok mau berkelana mengelilingi pulau ini dengan bersepeda.

Dipilih-dipilih sepedanya, sepeda atau bulenya :V 



Pagi-pagi banget, gue udah bersiap-siap buat keliling pulau ini berbekal 2 sepeda yang gue sewa semalam (per hari = Rp50.000,00). Hari masih sedikit gelap, gue berangkat menyusuri gang-gang kecil di tengah pulau.. Sampailah di pantai, di sisi lain pulau ini. Pagi itu terlihat sangat jarang wisatawan asing, mungkin masih pada kecapekan setelah party semalam suntuk. Hanya terlihat beberapa yang berolahraga mengelilingi pulau. Sebaliknya, wisatawan lokal terlihat sudah banyak berkeliaran. Terutama di daerah Hotel Ombak Sunset. Itu lho, lokasi favorit orang-orang buat foto-foto di ayunan bertuliskan Ombak Sunset. Karena di situ antri, maka Ayu memilih ayunan lain yang lebih sepi tapi gak sehits ayunan ombak sunset haha... Dasar tipikal wisatawan Indo yang suka nyari spot kekinian nih Ayu ini :V

menunggu antrian ombak sunset
Area ini adalah spot terbaik untuk menikmati sunset di Gili Trawangan. Di sepanjang garis pantai di sisi ini juga tersedia banyak cafe. Tapi pagi itu belom ada 1 pun cafe yang buka. Ya tapi mayanlah kursinya bisa didudukin kok :D

Di sini pasirnya gak halus, namun dipenuhi oleh pecahan-pecahan karang yang telah mati dan terbawa ombak ke pinggir pantai.

Airnya dangkal, tapi hati-hati saat menuju ke ayunan karena banyak karang tajam yang sesekali bisa menggores kaki.

Setelah puas berfoto dan menikmati area sunset ini, gue dan Ayu kembali mengail sepeda dan bergerak ke bagian lain pulau ini.. Kembali mencari spot-spot terbaik untuk foto.

Mudah menemukan penginapan, cafe, ataupun bar di sini. Ya, pulau ini memang telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang membuat wisatawan betah berkunjung ke sini.



Pulau ini memang mempunyai fasilitas yang cukup lengkap dan pemandangannya pun cukup indah. Namun bicara keindahan, sebenernya pantai-pantai di pulau ini gak indah-indah amat sih. Mungkin karena gue udah terbiasa menikmati kecantikan pantai-pantai di NTT kali ya.. Kalau dibandingin pantai di sebagian besar Jawa dan Bali mah, masih bisa dikatakan lebih indah sih Gili Trawangan ini..


Semakin siang, keindahan pantainya semakin terlihat. Ya, memang kalau kepagian, warna terkeren dari pantai belum terlihat. Tetapi seteleh melewati jam 9 biasanya mulai terlihat. Apalagi pantai-pantai di sini masih jernih layaknya kristal yang bening. Beuuuh, kece..

Akhirnya satu pulau berhasil gue dan Ayu kelilingi. Gue balik ke penginapan, mandi, dan sarapan pancake, dan check out..

Sore nanti gue akan bertolak ke Gili Air. Biar gak ribet bolak balik, gue sekalian check out aja dan menikmati saat-saat terakhir di Gili Trawangan di cafe-cafe dekat pelabuhan.

Tentang Penginapan

Melalui website booking.com , gue memesan 1 kamar di Midnight Star II seharga Rp300.000,00. Penginapannya biasa aja, lebih mirip kos-kosan, dan kamarnya cuma berapa biji doang.. Gak ada AC, cuma kipas angin.. Tapi lumayan dapat sarapan pancake pisang, walaupun rasanya biasanya aja.. Di Gili Trawangan memang harga penginapan lumayan tinggi bila dibandingkan dengan di Gili Meno maupun Gili Air. Mungkin karena Gili Trawangan juga lebih ramai dikunjungi wisatawan dibanding 2 Gili lainnya..

Detik-detik terakhir

Sebelum meninggalkan keramaian, gue menikmati detik-detik terakhir di sekitar jalan utama. Di sini terdapat penangkaran penyu. Terdapat akuarium dimana di dalamnya terdapat puluhan bahkan ratusan tukik (anak penyu) yang menunggu saat-saat untuk dilepas ke alam liar. Ingat guys,,, kalau kesini cuma bisa ngeliat aja, gak boleh dipegang..


Semakin siang, semakin banyak bule yang datang ke pantai untuk berjemur, snorkeling, atau berenang. Hanya orang Indonesia aja yang malah tutupan badan biar gak item ,, seperti foto di bawah ini, huahaha...



Wisatawan silih berganti, ada yang pergi, ada yang datang. Siang itu gue pun bersiap meninggalkan Gili Trawangan dan menuju Gili Air.


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
P.S. Detail cerita, harga, itinerary, dll gak semuanya gue cantumkan karena detail catatan gue hilang seiring rusaknya handphone,, begitu juga file-file foto di kamera yang terhapus sebelum dipindah ke laptop.. :(


11 comments:

  1. wahhh.. gili trawangan sekarang ramai sekali ya..
    dulu saya kesana tahun 2011 masih lumayan sepi. belum ada kursi2 dan payung2 pantai yang berjejeran itu tuh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah berarti pesat banget dong perkembangannya. foto2 di atas pun itu bulan oktober 2015 :D

      Delete
  2. baru kemarin gue ke gili trawangan tempatnya lumayan seru buat party. dan sebutan pulau party memang benar adanya

    ReplyDelete
  3. baru kemarin gue ke gili trawangan tempatnya lumayan seru buat party. dan sebutan pulau party memang benar adanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe,, buat yang suka party,, cocok banget pulau ini..

      Delete
  4. Jadi pengen ke Gili Trawangan lagi sekalian honeymoon part sekian bareng istri ;)

    salam kenal dr blogger ala2

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kalau honeymoon lebih cocok di Gili Meno, lebih sepiii haha..

      Delete
  5. Jadi kangen keliling naik sepeda trus beli gelato

    ReplyDelete
  6. Nggak nyoba blusukan masuk ke tengah pulau Bro? Ngelihat kehidupan warga asli sana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. waktunya mepet kemarin bro.. pas pagi2 sepedaan ke sisi lain pulau, belum banyak warga beraktivitas.. maklum abis subuh udh keliling ahaha..

      Delete