Tuesday, October 4, 2016

Asiknya Berkeliling Gili Air



Diantara 3 gili yang terkenal itu, Gili Air adalah yang terdekat dari Pulau Lombok. Disusul Gili Meno, sedangkan yang paling jauh, paling luas, paling ramai, dan tentunya paling populer adalah Gili Trawangan. Berbeda dengan Gili Trawangan yang ramai dan dijuluki pulau party, Gili Meno adalah yang tersepi dan cocok untuk pasangan yang sedang berbulan madu, romantis. Nah, Gili Air ini diantara keduanya. Pantainya gak kalah indah, underwaternya juga cantik, dan suasananya gak rame-rame amat dan juga gak sepi-sepi amat, masih dapet lah feel romantisnya. Penginapan banyak tersedia mulai dari yang mahal sampai yang murah. Kalau dibandingkan dengan Gili Trawangan, harga penginapan di sini lebih terjangkau dengan kelas yang sama. Cafe dan restoran pun mudah dijumpai di sekeliling pulau. Sedangkan transportasi di pulau ini sama seperti di Gili Trawangan, hanya ada cidomo dan sepeda, termasuk sepeda listrik.





Waktu yang gue punya terbatas, cuma 4 hari 3 malam. Tapi daftar tempat yang mau gue kunjungi di itinerary lumayan banyak juga. So, setelah 1 malam di Gili Trawangan, gue putuskan untuk loncat ke pulau seberang. Awalnya sempat bimbang memilih antara Gili Meno atau Gili Air. Lalu akhirnya gue pilih Gili Air dengan pertimbangan suasananya gak terlalu sepi. Sedangkan malam terakhir akan gue habiskan di pulau Lombok.

Gue berangkat sore hari dari Gili Trawangan menaiki kapal kayu. Naik kapal ini jauh lebih nyaman dan lebih murah dibandingkan motorboat yang gue naiki dari Lombok ke Gili Trawangan. Gelombang gak begitu terasa, di kapal pun rileks. Tapi pastinya kalah dalam hal efisiensi waktu bro.

Penginapan Nyaman, Keren, dan Hemat

Beda Bungalows, arsitekturnya gue demen,, khas NTB
Sesampainya di Gili Air, gue langsung menuju penginapan yang udah gue pesan via Booking.com . Nama penginapannya Beda Bungalows. Tarifnya Rp300.000,00/malam. Harga segitu termasuk murah dibandingkan dengan penginapan lainnya yang gue lihat di Booking.com . Tapi lokasinya lumayan jauh dari dermaga. Untuk menghemat biaya, gue pun memilih berjalan kaki. Oya, harga segitu gak mengikat yaa,, tergantung musim.

Untuk menghemat waktu, gue memilih lewat tengah pulau. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya sampai juga di penginapan. Wah, bungalownya keren bro, desainnya mirip rumah Lumbung, rumah khas NTB. Dengan harga yang sama, gue dapat penginapan yang lebih nyaman, lebih enak dipandang mata, dan lebih instagram-able dibandingkan penginapan sebelumnya di Gili Trawangan.

Pun begitu saat gue memasuki ruangan, asik suasananya.. Ukuran kamarnya luas dengan kamar mandi yang atapnya terbuka di bagian belakang belakang, tapi tenang aja temboknya tinggi ahaha.. Hawanya juga mayan adem padahal ini di pulau kecil bro, mungkin karena kamarnya luas dan banyak material kayu kali ya..

Kelar mandi, malam itu gue habiskan di kamar aja sebelum menjelajah pulau keesokan harinya...

Keliling Pulau Dimulai

fajar syahdu Gili Air
Sama seperti di Gili Trawangan, gue gak merencanakan untuk snorkeling.. Lagi not in the mood buat nyemplung-nyemplung. So, gue gak bisa bandingin bagusan mana underwater di 3 gili kalau dibandingkan dengan perairan komodo.

Pagi-pagi banget gue dan Ayu udah keluar dari sarang dan berkeliling pulau. Tampak aktivitas wisatawan belum banyak terlihat.. Hanya ada beberapa turis yang terlihat lari pagi mengelilingi pulau.

Di satu sudut pulau, gue lihat ada 2 orang bule yang tidur di hammock.. Bukan tidur siang atau santai-santai cuy,, orang ini masih pagi, masih gelap.. Emang nginapnya di hammock!! Warbyasaaaa... Tapi hammocknya enak sih, ada resletingnya,, jadi badan kita bisa full terlindungi dari angin malam ataupun nyamuk nakal.. (Gue nyari-nyari hammock model gini di Padang dan Jakarta tapi belum nemu dah)..

tidur di tenda mah udah biasa, ini luarbiasaaa..
Semakin siang, aktivitas wisatawan dan warga lokal mulai terlihat.. Di jalan utama Gili Air, tampak wisatawan-wisatawan baru turun dari kapal. Sedangkan warga lokal menawarkan penginapan. Gue pun beberapa kali ditawarin hotel, kadang ditawarin pake bahasa Indonesia, dan tak jarang pula pake bahasa Inggris.. Pada ngira si Ayu chinese Singapore atau Cina daratan kali, dan ngira gue orang Persia kali HAHAHA...

jalanan utama Gili Air
Gili Air ini memang gak seramai Gili Trawangan, tapi di sini tetap banyak tersedia fasilitas-fasilitas untuk wisatawan. Penginapan udah pasti tersebar di mana-mana mulai dari kelas backpacker sampai kelas mewah. cafe juga mudah ditemui di sepanjang bibir pantai, mau menu Indonesia ataupun luar, adaaaa, di sini banyak pilihan.

Selain itu, fasilitas lainnya di pulau ini ada mini theatre, spa, kursus diving, kursus free dive, es krim gelato, toko pakaian pantai, persewaan sepeda dan sepeda listrik, cidomo, dan masih banyak fasilitas lainnya. Sinyal (telkomsel) juga masih tergolong lancar.. Tapi tentu tidak sevariatif di Gili Trawangan. 1 yang gue belum tahu adalah geliat kehidupan malam di pulau ini apakah ada party atau enggak, soalnya malam itu gue gak bergerilya mencari aktivitas-aktivitas malam di pulau ini.



Sekeliling pulau telah gue jelajahi bareng Ayu,, jam 9an gue beranjak kembali ke penginapan untuk sarapan, mandi, dan langsung check out.. Kalau di penginapan gue di Gili Trawangan cuma ada menu pancake untuk sarapan, nah di Beda Bungalows ini tersedia 2 pilihan (cmiiw) yaitu pancake dan sandwich.. Dan ternyata pancake di sini lebih enak, wah top deh.. Selain makanannya enak, pelayanan di sini juga ramah, pokoknya Beda Bungalows ini gue REKOMENDASIKAN..

Kelar mandi, beres-beres dan urus administrasi, gue segera meninggalkan penginapan. Sebenernya masih ada waktu beberapa jam sebelum keberangkatan kapal ke pulau Lombok. Tapi gue masih ingin menikmati suasana pantai di sekitar jalan utama, sekitar dermaga, yang mana jauh dari penginapan. Daripada bolak-balik, mending gue kelarin urusan di penginapan dan nunggu di cafe dekat dermaga.

Jalan ke dermaga gue gak ambil jalan ke tengah pulau lagi, tapi kembali menyusuri pantai. Jam 10an merupakan salah satu waktu terbaik memandang pantai. So waktu ini gak gue sia-siakan lah.. Memang sedikit memutar, tapi mata akan dimanjakan oleh gradasi warna kebiruan dan jernihnya laut ditambah cerahnya langit,, what a perfect combination!!

I couldnt resist this beach!! aaaah jam 10an gini emang the best lah viewnya.. Pindah dari satu titik ke titik pantai lain di pulau ini tetep aja indah buat dilihat.. Urusan party emang kalah sama Gili Trawangan, tapi tentang keindahan pantainya, gue pilih Gili Air! PERIOD..


Buat yang ingin cari romantisme bareng pasangan,, mungkin Gili Air ini masih kalah sama Gili Meno. Tapi percaya deh,, lebih romantis di sini dibanding Gili Trawangan.. Gili Trawangan terlalu berisik,, banyak party,, nah kalau disini syahdu.. Ahihi..

Tampak Gili Meno di seberang
Begitulah sekilas penampakan Gili Air,, cantik kok.. Suatu saat pasti gue kembali untuk menikmati keindahan bawah lautnya... Siang menjelang sore,, gue dan Ayu pun meninggalkan Gili Air dan bertolak menuju pulau Lombok.. Bye-bye 3 Gili, suatu saat gue akan kembali..

10 comments:

  1. Bagusnya kalau di Lombok gini fasilitas tempat wisatanya bisa dibilang memadai ya... jadi tempat yang juara jadi tambah juara.. Ah Lombok, aku haruss kesanaaa!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas Beki harus kesana mas,, biar foto2nya keren.. Kalau ane mah seadanya wkwkwk...

      iya itulah, pengelolaan wisata di Lombok udah bagus.. Coba NTT, minimal Flores lah dibenahi pengelolaan wisatanya, aku yakin lebih populer dari Lombok nantinya, secara masih bagusan Flores..

      Delete
  2. dulu sempet mampir ke gili air tapi cuma numpang makan siang soalnya ikutan paketan snorkling hihi


    Budy | TRAVELLINGADDICT
    BLOGGER ABAL-ABAL
    WWW.TRAVELLINGADDICT.COM

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue malah belum sempet snorkeling-an.. ahaha.. next time lah..

      Delete
  3. Wahh penginapannya lucu banget!!! murah pulaaaa, cuma kalo kesana harus off season ya
    anyway salam kenal ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lucu,, banyak yg modelnya begini sih di Gili Air..

      salam kenal juga :)

      Delete
  4. Ada berapa banyak Gili sih di Lombok? hehe toh seberapa banyak pun semuanya menggoda. Jadi tambah pengen kesana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngga tau, banyak deh pkknya haha.. yg pasti indah2 semua sih..

      Delete
  5. ikut travel dong mas..liat fotonya itu pengen banget kesana.
    budgetnya berapa nih mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berapa ya? lupa detailnya, yg pasti hotel 300k, lalu nyebrang dari lombok gak sampe 100rb pp kayanya,, lupa detailnya hehe..

      Yuk ke Gili..

      Delete