Saturday, December 31, 2016

Pantai Mawun, Tempat yang Wajib Dikunjungi di Lombok


Pantai Mawun, terletak di Lombok bagian selatan dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. WOW!! Itulah kesan pertama saat mata menangkap lansekap nyaris sempurnya ciptaan Tuhan. Panorama yang disajikan bener-bener breathtaking. Pantai Mawun terletak di sebuah ceruk diantara 2 bukit, yang membentuknya menjadi sebuah laguna. Ombak besar pantai selatan telah tercerai berai saat memasuki celah bukit sehingga ombak yang datang ke pantai bukan lagi ombak ganas, dan asik buat dijadikan media bermain. Pasir putih membentang dari bukit 1 ke bukit lainnya dengan bibir pantai yang lebar dan landai. Sedangkan air laut yang biru cerah menyelimuti pasir halus tersebut. Pohon belukar di sepanjang garis pantai menawarkan sedikit keteduhan dan menjadikannya tempat yang sempurna untuk bermalas-malasan menikmati keindahan pantai ini. Ah, seharian di sini pun pasti betah hehe..



Masih melanjutkan Kuta Lombok Tour, Pantai Mawun adalah lokasi terakhir yang gue kunjungi setelah sebelumnya mengunjungi 4 lokasi, yaitu Desa Banyumulek, Desa Sukarara, Dusun Sasak Sade, dan Pantai Kuta Lombok. Pantai Mawun ini sebenarnya enggak ada dalam paket yang gue pilih, namun setelah bernegosiasi dengan tour operator, akhirnya disepakatilah untuk memasukkan Pantai Mawun ke dalam list kunjungan kali ini. Namun, gue harus mengorbankan nggak mengunjungi Pura Batu Bolong dan Pasar Kediri. Pertimbangannya adalah agar waktu yang ada bisa dimaksimalkan untuk mengunjungi tempat wisata lainnya, nggak terkejar waktu.

Selesai mengunjungi pantai Kuta, yang ternyata gue dan Ayu nggak terlalu terkesan, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Mawun yang memang menjadi salah satu tujuan kami datang ke Lombok. Sebelumnya gue dan Ayu terkesima melihat foto-foto Dania yang lebih dulu kesini. Sesampainya di pantai Mawun, memang luar biasa pemandangan yang ditawarkan. Pantainya nggak standar. 2 bukit yang menjulang di kanan kiri pantai lah yang menjadikan pantai ini bukan pantai biasa. Sekilas, bukit tersebut mengingatkan gue kepada Pantai Liman di Pulau Semau, Kupang. Namun Pantai Liman bukanlah sebuah laguna halnya Pantai Mawun ini.

Gue datang saat musim kering berjalan, sehingga bukit di kanan kiri pantai ini sedang gersang-gersangnya. Mirip-mirip di Pulau Sumba saat musim kering. Sementara saat musim penghujan, kedua bukit tersebut tampak diselimuti permadani rumput berwarna hijau cerah, setidaknya itu yang gue lihat di foto-foto google. Yap, persis banget dengan Pulau Sumba, atau bahkan pulau-pulau di kepulauan komodo. Pun begitu, Pantai Mawun ini tetap mempesona untuk dinikmati. Tapi yaaa, suatu saat pengen datang lagi pas lagi hijau-hijaunya hehe..


Saat gue datang (menjelang akhir 2015), pantai ini belum dikelola terlalu serius oleh pemerintah daerah setempat. Setidaknya bila dibandingkan dengan tempat wisata lainnya di NTB. Terlihat dari fasilitas yang terbatas dan sederhana yang ada di pantai ini. Tidak ada cottage, tidak ada cafe, tidak ada restoran atau fasilitas penunjang berkelas internasional. Bahkan bilang dibandingkan dengan Kuta Lombok, fasilitas pendukungnya jauh lebih lengkap Kuta Lombok.

Namun jangan khawatir kalau lapar atau haus, banyak pedagang menjajakkan makanan dan minuman di sini. Bahkan banyak anak kecil yang menawarkan nanas madu kepada pengunjung. Terlihat di gambar atas, seorang anak kecil sedang berusaha keras menawarkan dagangan nanas madunya kepada pengunjung kulit putih. Doi menawarkan kepada semua orang yang datang, tapi tampak lebih lama saat menawarkan kepada pengunjung bule, mungkin sekalian meningkatkan skill bahasa inggrisnya, yang mana memang sangat dibutuhkan di daerah-daerah wisata bertaraf internasional seperti Lombok ini. 


Pantai ini gak terlalu rame, jauh lebih sepi dibandingkan dengan pantai Kuta Lombok. Tapi efek sihirnya jauh lebih dahsyat dibanding Kuta Lombok. Pantai Mawun ini definitely salah satu pantai favorit gue. Gue pun dengan mudah bisa memilih spot untuk menikmati keindahan pantai ini. 

Pantai ini betul-betul memiliki pesona yang luar biasa. Beberapa orang mungkin ingin agar pantai ini tetap natural tanpa didukung fasilitas-fasilitas pendukung modern, beberapa mungkin ingin ada fasilitas seperti itu. Gue sendiri pengen sih di sekitar pantai ini dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang layak, tapi jangan sampai merusak keindahannya.




Gue pun menggelar kain bali yang gue bawa dari Jakarta, duduk di bawah pohon semak yang agak rindang untuk mengurangi panasnya sengatan matahari. Maklum orang Indo bro, kalau orang bule mah berjemur langsung di bawah sinar mentari :D .. Biar lebih mantap, wajib hukumnya membeli kelapa muda yang airnya terasa sangat menyejukkan di siang yang panas begini. Kalau lapar, tinggal pilih mau jagung, nanas madu, atau makanan-makanan lainnya di sekitar pantai..

Beberapa saat kemudian gue melihat beberapa wisatawan yang sepertinya berasal dari Timur Tengah dan dari Eropa asik bermain ombak. Lama-lama tertarik juga, keliatannya seru bener.. Gak lama kemudian gue pun langsung berlari menuju pantai dan byuuur,, asyiknya bermain ombak di pantai ini. Pantai indah nan sepi dengan ombak yang tidak terlalu besar.

serunya bermain ombak
Selesai main ombak, jangan khawatir akan tempat blas dan ganti baju. Di sini pun terdapat fasilitas tersebut walaupun yaa memang masih sederhana banget kamar bilasnya, masih lebih bagus kamar bilas di water boom abal-abal.. hehe..

Nggak terasa waktu sudah semakin sore. Gue harus segera meninggalkan tempat ini dan bergegas ke bandara. Sebetulnya gue belum merasa puas di sini. Butuh 1 hari penuh menikmati keindahan pantai ini sembari merasakan semilir angin sepoi-sepoi. Lain kali perlu ke sini lagi. Masih banyak spot di pantai ini yang belum gue singgahi, termasuk bukit yang sebenernya pengen banget gue daki. Pasti pemandangan dari atas bukitnya keren banget, seperti halnya pemandangan yang gue lihat dari bukit Liman di Pantai Liman, NTT.

Selesai mandi, gue menyempatkan sebentar untuk mengambil foto-foto selfie. Gak lengkap rasanya datang ke suatu tempat wisata yang keren tanpa diakhiri dengan selfie, ahahaha..

Karena perut juga sedikit keroncongan, melipir bentar ke abang-abang penjual jagung bakar. Lumayan lah, kalau lagi laper mah apa aja enaak.. 

Setelah semuanya beres, gue, Ayu, dan bapak sopir segera meninggalkan tempat ini menuju bandara. Sebenernya belum rela gue beranjak pergi dari serpihan surga ini, tapi mau gimana lagi, waktunya terbatas :( ... aaaaaaa

Saat perjalanan menuju bandara, bapak sopir menunjukkan suatu spot keren di atas bukit dimana dari sini terlihat view pantai yang indah dari kejauhan. Entah pantai apa, bisa Kuta Lombok, bisa Mawun, dan bisa juga Tanjung Aan. 

Di bukit ini juga terlihat banyak penginapan dan cafe. Atraksi utamanya view keren ini. Mungkin mereka-mereka yang berwisata ke Pantai Mawun juga banyak yang stay di daerah ini. Next time kayanya gue juga harus menginap di sini nih , hehehe..

Pantai Mawun sukses menutup liburan gue di Lombok dengan meninggalkan memory yang gak bosan untuk dikenang.. Dibanding Gili Trawangan, Gili Air, Senggigi, dan Kuta Lombok yang gue datangi, Pantai Mawun lah yang memiliki view terindah namun dengan fasilitas penunjang paling terbatas dibanding lainnya. Ah, pokoknya suatu saat gue harus kembali. Sampai jumpa lagi pantai cantik..


6 comments:

  1. pantai mawun emanng keren yaa. apalagi kalau langinya cerah. alhamdulillah sudah ke sini. tp belum sempet ketulis. wkwkw
    salam kenal. monggo kunjung balik ke blog sy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, pasti saking banyaknya tempat yang dikunjungi, sampai belum sempet dituangkan dalam tulisan :D :D

      Delete
  2. Akses jalanan nya udah bagus blm ??? konon kata nya rusak parah banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas gue kesana (Oktober 2015) standar aja sih jalannya,, masih mudah dilewatin avanza,, bolong2 juga cuma di beberapa spot.. Entah ya kalau sekarang.. Emang agak terpencil ni pantai..

      Delete
  3. Keren kan lombok, belum sempat kesana. Makasi berbagi info lewat tulisan .


    Maaf kang punya info juga saya.
    Pikniklagii.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue doain semoga secepatnya bisa kesana hehe..

      Delete