Friday, April 14, 2017

Pantai Batu Kalang, Sensasi Belitung di Sumatera Barat



Bila ditanya tentang pantai cantik dengan kumpulan batuan raksasa, mungkin hampir semua traveler akan menjawab "Belitung!!". Ya, 100% correct!! Tapi, tahukah kalian? Ternyata bukan hanya Belitung yang mempunyai pantai dengan keindahan seperti itu. Datanglah ke Sumatera Barat, dan kalian bisa menemukan kembarannya pantai-pantai di Belitung, yakni Pantai Batu Kalang. Pantai ini tersembunyi di balik bebatuan yang sebagian besar berwarna terang kekuningan dengan berbagai ukuran, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Batuan tersebut ada yang berserakan di pantai, ada juga yang bertumpuk. Di sekelilingnya, pasir putih yang halus siap memanjakan kaki telanjang menelusuri pantai. Air laut yang jernih pun tak mau kalah memberikan perannya sebagi pemikat para wisatawan. Langit yang siang itu cerah membiru melengkapi kesempurnaan lukisan alam yang tersaji di depan mata. 

Lama enggak main ke pantai membuat kerinduan akan suasana pantai semakin menyeruak. Maka kala itu di penghujung Oktober 2016, gue dan Ayu -istri sekaligus partner traveling gue-, mengemas barang-barang untuk jalan-jalan menuju pantai yang dekat dari Kota Padang. Pilihan gue waktu itu adalah Pantai Batu Kalang yang berlokasi di Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan yang bersebelahan langsung dengan Kota Padang. Lokasinya sangat berdekatan dengan Puncak Mandeh.

Jarak dari Kota Padang sampai dengan Pantai Batu Kalang kira-kira sekitar 50an km. Jarak tersebut dapat ditempuh dengan waktu normal antara 1-1,5 jam perjalanan. Setengah perjalanan menuju Batu Kalang searah dengan ke Sungai Pisang (pintu gerbang terdekat dari Pulau Pasumpahan, dll). Perjalanan ke sana relatif mudah. Mudah dideteksi oleh google maps, terdapat papan penunjuk jalan di simpang tiga, dan sebagian besar jalannya besar dan bagus. 

Dari tugu simpang tiga, perjalanan dilanjutkan ke arah kanan. Dari sini, kira-kira 1-2 km lagi kita akan sampai di Pantai Batu Kalang. Namun jalanan di sini cukup sempit dan rusak di beberapa titik. Bakal nyasar gak di sini? Tenang aja, di jalan ini terdapat papan penunjuk menuju Pantai Batu Kalang, TPI Carocok, dan Puncak Mandeh. Ambil jalan lurus untuk menuju Pantai Batu Kalang. Di sini jalanan semakin rusak, tapi tenang, hanya beberapa ratus meter saja kok. Lurus terus ikuti jalan, sampailah di parkiran pantai tujuan setelah melewati sebuah jembatan kecil.

Gak ada biaya tiket masuk di sini, hanya biaya parkir saja.. Gue memberikan Rp5.000 untuk parkir mobil kepada abang tukang parkir.

Alangkah kagetnya gue begitu mata memandang ke objek di depan mata, gue bingung. "Lho kok gini ya?? Mana batu-batuan besarnya?? Kok beda banget sih sama gambar-gambar yang gue liat di galeri instagram???". Di depan mata, hanya ada pantai berpasir luas dengan kursi-kursi dan warung-warung penjaja makanan di tepiannya, mirip-mirip sama Pantai Padang. 

Malu bertanya sesat di jalan. Pepatah yang tepat menggambarkan kondisi saat itu. Gue pun bertanya perihal bebatuan tersebut kepada salah satu penjaja makanan sambil membeli beberapa snack. Ternyata, untuk menuju ke pantai berbatu tersebut, gue harus berjalan lagi beberapa ratus meter. Baguslah, ternyata enggak nyasar..

Semakin banyak langkah kaki, semakin jauh meninggalkan jejeran warung penjaja makanan, dan semakin terlihat batuan berukuran jumbo. Oh ternyata itu. Langkah semakin gue percepat agar cepat sampai ke tempat tujuan. "Waduh!!" Ternyata jalan menuju ke balik batuan pertama tertutup air laut.. Gue coba lewati, tingginya hampir selutut, tapi deburan ombaknya cukup mengganggu sehingga membasahi celana pendek gue. Sedangkan jalan lain menuju kesana harus melewati bukit dan agak memutar. Mungkin air laut memang lagi pasang. Baiklah, lewat pantai saja.. Setelah melewati batu pertama, barulah ada jalan pasir yang mudah dilewati. 


Begitu mata menangkap apa yang tersuguh di depan mata, seketika hati kecil gue berkata "Waaaa keren!!". Gue belum pernah ke Belitung dan belum pernah melihat pantai dengan banyak batuan besar seperti ini sebelumnya. Sehingga datang ke Pantai Batu Kalang ini merupakan salah satu pengalaman tak terlupakan buat gue. Gue udah mendatangi banyak pantai dengan beragam keunikan, dan ini pertama buat gue untuk kategori pantai dengan bebatuan besar.


Bebatuan di sini mempunyai ukuran beragam. Sebagiannya bertumpuk sehingga menambah keunikan tempat ini. Pasirnya, seperti yang terlihat di foto, bersih banget, dan halus banget tentunya. Rasanya pengen banget guling-guling di atas pasir dan main air laut, tapi gak bawa peralatan bebersih.. Hmm.. baiklah..

Terus menyusuri pantai, terlihat beberapa orang telah mendahului gue berkunjung ke tempat ini hari itu. Beberapa sibuk berfoto, beberapa duduk di batu sambil menikmati keindahan yang tersaji di depan mata. Sebuah kedai makanan juga berdiri diantara bebatuan besar ini, beberapa pengunjung terlihat beristirahat dan melindungi kulit dari sengatan matahari yang memang cukup terik siang itu.

Banyak spot bagus untuk foto sehingga sebentar-sebentar, kaki ini menghentikan langkah untuk mengambil foto Ayu. Ayu suka banget difoto, sehingga gue cukup kerepotan kalau jalan-jalan berdua dengan dia. Kadang muka gue tampak masam memperlihatkan kebetean gue karena seringnya Ayu minta difotoin.. Haha.. Tapi gpp, yang penting Ayu senang. 

Sedangkan kalau pergi rame-rame dengan teman sekelas Ayu di kampus, gue bisa fokus menikmati pemandangan karena Ayu lebih memilih difoto pake kamera temennya yang emang hasilnya lebih bagus dari kamera gue hahaha... 


Pantai dan batuan di sini agak tersembunyi karena dibatasi bukit kecil penuh pepohonan. Pohon perdu banyak tumbuh di batas pantai ini, beberapa pohon kelapa terlihat menjulang tinggi, sedangkan agak jauh ke pantai terdapat beberapa pohon bakau, menjadikan flora di pantai ini semakin beragam. Di kejauhan, tampak sisi lain pulau Sumatera dengan kontur bukit dan penuh dengan pepohonan. 


Semakin jauh berjalan, batu-batunya semakin kecil tapi banyak berserakan di pasir. Tapi kalau masalah kerennya, tetep keren kok buat dijadiin background foto. 


Pemandangan yang berbeda berada di balik batuan besar terakhir di pantai ini. Di sisi lain tersebut, Tidak terdapat bebatuan. Polos, hanya pasir putih yang memanjang dengan batas pohon-pohon perdu. Namun, bila dilihat ke arah semak belukar, ternyata bebatuan tersebut masih ada, berada menjorok cukup jauh dari pasir dan dikelilingi rumput ilalang dan pepohonan. Di sini juga masih terdapat beberapa kios makanan, tetapi saat itu sedang kosong ditinggalkan pemiliknya, mungkin karena kurang laku soalnya di sini sepi.

Pantai berpasir di sini sepi, karena memang suguhan puncak keindahan pantai ini ada pada batu-batuan besarnya. Pantai berpasir yang sepi ini hanyalah bonus. Malah sepertinya dibandingkan pantai berbatu pun, para wisatawan lebih memilih bersantai di lokasi awal dekat parkir di mana banyak terdapat kios-kios penjual makanan dan minuman, dan kursi-kursi untuk bersantai. Sedangkan gue sendiri lebih menyukai keindahan visual yang memanjakan mata dibanding harus duduk bengong di area dekat parkir, yang pemandangannya notabene biasa aja. Biarlah itu menjadi menu penutup saja.

Gue berjalan menelusuri pantai berpasir tersebut, penasaran akan apa yang tersedia di ujung perjalanan. Karena dari kejauhan terlihat ada bebatuan lagi seperti di awal tadi. Semakin mendekat, ternyata memang ada spot lain yang menawarkan batu-batuan besar. Tapi memang tidak sebesar di spot awal tadi. Di sini benar-benar sepi, tak terlihat satu pun wisatawan yang mengunjungi tempat ini. Serem juga, pikir gue. Gue pun buru-buru melangkahkan kaki menjauhi tempat ini dan kembali ke Ayu yang menunggu di spot batu-batu besar pertama.


Keringat semakin mengucur di bawah terik matahari, kerongkongan semakin kering, membutuhkan asupan minuman yang menyegarkan. Sedangkan air di botol minuman yang gue bawa pun telah habis. Gue lalu memutuskan menyudahi kunjungan gue di Pantai Batu Kalang untuk kali ini. Namun sebelum benar-benar meninggalkan tempat ini, ada baiknya kita mampir di kedai-kedai makanan yang berada di sekitar area parkir. Biaya masuk pantai indah ini gratis, maka berbagilah rejeki ke para pedagang sehingga pantai ini tetap mempunyai fasilitas yang cukup untuk para pejalan. Kaki pun segera melangkah menuju pusat keramaian di area pantai dekat parkiran.


"2 kelapa muda ya bu, pake es".. Es kelapa muda merupakan pilihan paling sempurna untuk mengakhiri petualangan di pantai ini. "Sruuuuup,, aaaaaaah". Nikmat yang engga ada duanya di kondisi seperti ini :D :D .. Terik matahari, angin sepoi-sepoi, deburan suara ombak, halusnya pasir putih, es kelapa muda, dan kamu, kekasih hati :) :) 





2 comments:

  1. Wah udah lama pengen main kesna tapi belom kesampaian juga :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. long weekend masih ada awal mei ini da.. segera berkemas :D

      Delete